Showing posts with label favorite. Show all posts
Showing posts with label favorite. Show all posts

Monday, 1 July 2013

Kutipan: Dari Lembah Cita-Cita

"Ada orang yang hidup. sampai tubuhnya di dalam kubur. sampai tulang hancur di dalam tanah, namanya dan hidupnya pun turut habis dengan tubuhnya. tidak menjadi peringatan orang lagi. Sebab hidupnya tidak berhaluan. Ada pula orang yang tambah hilang jasmaninya. tambah timbul kehidupannya. tambah digali orang, tambah diperiksa orang. diselidiki dan ditilik. Sehingga kian habis badannya itu, kian hidup namanya."

"Orang yang pertama, lebih banyak hidupnya sehingga menarik nafas turun naik, buat dia sehingga itulah darah hidup. Orang itu takut mati, kerana mencintai hidup. padahal di waktu hidupnya juga dia telah mati. Tetapi orang yang kedua, yang menyelidiki alam dan mendapat dalam penyelidikannya itu, dialah orang yang tidak takut mati lantaran mencari hidup. Maka hiduplah dia walaupun sudah mati."


-Hamka

Wednesday, 29 May 2013

Mungkin benar hati itu berubah secepat bumi berputar,makanya sampai tidak terasa

Sunday, 12 May 2013

Puisi Puisi


"Puisi bisa menjadi semacam magnet yang melekatkan kita pada seseorang, bahkan bila kita membencinya. Puisi yang kita tak tulis tak akan pernah mati, bahkan bila kita mati."

― Helvy Tiana RosaRisalah Cinta

Wednesday, 8 May 2013

"A secret makes a woman woman" 

 Gosho Aoyama

Friday, 12 April 2013

Truth


"Ada yang sudah tak ada namun masih setia disebut dalam doa-doa. Ada yang masih ada, namun dianggap sudah tiada."

- Tia Setiawati Priatna

Monday, 8 April 2013

The IT Man

naaah ini dia nih yang lolos audisi buat jadi tokoh "suami berindera keenam" alias IT man nya Dinda hehe
*ga penting banget dah*






Monday, 25 March 2013

The Best Creator

Monday, 18 March 2013

FICTS: Pertemuan Pertama


Malam ini kami duduk di atap rumah. Bukan di atas genting. Rumah sederhana kami yang terletak di lantai dua memang tidak bergenting. Tapi masih ada satu lantai tanpa atap yang bisa kami pakai menjemur pakaian, sarapan, makan malam, menulis, mengerjakan tugas kuliah, hingga mendirikan tenda dan berpura-pura sedang summer camp di Edinburgh. Di atas sini adalah bagian favoritku dari rumah kami. Ada lampu-lampu kecil yang kami atur sedemikian pada jaring-jaring bekas. We’re such recycling lovers.

Oh iya, sejak tadi yang kusebut ‘kami’ adalah aku sendiri, dan Dinda. Buatku, yang hanya mengenal dunia biner ini, jarang betul bisa melihat teleskop dan menggunakannya langsung. Apalagi memilikinya. Dinda, meski ia hanya meminta sebuah cincin sebagai mahar, aku ngotot ingin memberinya ‘sesuatu’ selain sebuah cincin.

Teleskop Celestron pesananku sampai kemarin. Sengaja kuminta dikirim ke kantor agar tak ketahuan. Entah kenapa pilihan itu jatuh pada teleskop. Aku tidak pernah tahu Dinda suka astronomi atau tidak. Tapi waktu ditawari Adit, sahabatku yang sedang kuliah master di Jerman soal Celeston itu aku langsung mengiyakan tanpa pikir panjang.

“Waaah..” mata Dinda berbinar-binar takjub. Matanya yang bulat semakin indah. Salah satu yang kusuka dari dirinya. Cukup lama ber’waah’ mengamati Celestron baru kami, ia kemudian melirikku. Melirik Celestron lagi. Melirikku lagi. Aku tersenyum dan mengangguk. Si mata indah itu ikut mengangguk. Entah dengan bahasa apa kami ‘berbicara’ barusan.

Aku jadi teringat kedua kalinya bertemu bidadari bermata indah ini. Sebuah pertemuan di dalam bus kota. Sederhana dan klise memang. Awalnya aku pun hanya menganggapnya pertemuan biasa. Sama halnya setiap hari bertemu kawan yang sama di kantor, tetangga sebelah yang menyiram bunga, ataupun kondektur bus yang menagih ongkos menumpang. Pagi itu, pukul 07.10 aku mencegat bus kota warna merah. Beruntung dapat bangku kosong deretan ketiga dari depan. Bangku seberang, maksudku bangku samping kiriku yang ada di seberang jalur tengah -jalan penumpang dan kondektur lalu-lalang- juga kosong. Aku duduk bersamaan dengan penumpang baru itu. Gadis berjilbab hijau muda, membawa buket bunga berwarna-warni. Aku melirik sekilas, lalu berpaling ke arah jendela di sisi kanan. Menikmati perjalanan. Lalu turun setelah sampai.

Tapi perjalanan takdir tentu tidak sesederhana pikiran kita saat menjalaninya, bukan?
 Seminggu kemudian, sepulang dari kantor. Kembali naik bus kota warna merah. Kali ini tidak dapat tempat duduk, terpaksa berdiri. Anak kecil berpakaian lusuh naik ke dalam bus. Kukira seorang pengamen, ternyata ia bisu. Hanya mengeluarkan suara tidak begitu jelas. Beberapa penumpang menatap iba, lalu memberi sedikit receh. Beberapa tak segan memberi lembaran. Langkahnya terhenti pada bangku deretan ketiga. Seseorang mengajaknya berbicara. Terkadang jemari tangannya berbentuk simbol-simbol yang tidak semua orang memahaminya.

Bahasa isyarat para tuna rungu maupun tuna wicara. Tak disadari keduanya, aku mengerti pembicaraan singkat itu. Tangan si jilbab biru mengelus kepala anak kecil berpakaian lusuh. Dan hanya menunggu sepersekian detik, wajah anak itu kini terlihat lebih bersemangat.

Terkadang, dalam sebuah perjalanan kita mengira ia yang duduk di seberang sana hanya makhluk yang numpang duduk. Kemudian sama-sama menikmati perjalanan masing-masing. Atau seseorang yang muncul di depan rumah suatu sore hanya lewat permisi. Lalu kita kembali masuk mengunci pintu. Tapi bukankah kita tidak pernah tahu, kapan pertemuan kedua itu tiba?

Dinda mencolekku seenaknya. Lalu menggerakkan tangannya, berkata dalam bahasa isyarat, "Thank’s hadiahnya."

Ya, karena pertemuan pertama adalah saat takdir semua makhluk ciptaanNya dituliskan. Dalam lembaran-lembaran yang terjaga. Penuh kerahasiaan.

Monday, 11 March 2013

Colour of the Sky





Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

image source: here

Saturday, 23 February 2013

D.I.M Cupcakes

Setelah lama banget ngidam bikin cupcake,
akhirnya beberapa minggu yang lalu kesampaian jugaa~
Nah, kali ini buat basic adonan cake nya aku pake adonan black forest. Trus toping nya sebenernya standar aja. Whip cream yang yummy banget ini (soalnya pake tambahan susu lagi pas dikocok >.< ) dikasih pewarna pink, biru, ungu, sama plain tapi di atasnya ada tambahan cokelat cookies. Dan pastinyaa... permen cokelat warna-warni ~,~





Nah, karena cetakan cupcake nya cuma ada 10, sisa adonan black forest nya masih bisa dibikin mini taart lho. Lumayan banget creamnya juga masih banyak jadi bisa berkreasi kayak bikin kue ultah waktu masih kecil dulu :)


Sebenernya aku cuma nyicipin dikit aja lho hasilnya. Soalnya setelahnya -qadarullah- aku jatuh sakit dan habislah cake-cake lucu ini dibabat sama kakakku T-T
#yasudahlah
daaan.. karena sampai sekarang pun belum pulih betul, next target buat bikin rainbow cake juga belum kesampaian. See ya in the next cake ;)

Thursday, 24 January 2013

FICTS: Setelah Tiga Hari

Aku duduk tenang di atas sofa sambil membaca buku. Sebuah kumpulan cerita pendek karya sahabatku yang baru saja diterbitkan. Aku begitu menikmati alunan ceritanya. Dunia ‘lain’ sahabatku itu ternyata lebih menarik dari yang kukira. Di dekatku ada secangkir moccachino panas lengkap dengan taburan cokelat. Ah malam yang indah.

Tunggu dulu.
Sungguh itu hanya imajinasiku. Yang sebenarnya adalah...
Aku duduk gelisah di atas sofa. Buku yang kupegang belum samasekali terbaca. Ia hanya untuk menutupi kebingunganku harus berbuat apa. Sudah satu jam begini.  Moccachino itu memang benar ada, karena dialah pelengkap malam-malamku sebelumnya.

Di sampingku ada makhluk asing yang baru kukenal satu setengah bulan cepatnya –bukan lamanya. Satu setengah bulan yang lalu bertemu di bus kota. Seminggu kemudian diperkenalkan Kak Indah –tetangga depan rumahku- lalu hari-hari selanjutnya berjalan sesuai takdir. Tiga hari yang lalu ia berhadapan dengan ayah mengucapkan sebuah perjanjian. Perjanjian berat yang membuatku mendadak harus patuh sepenuhnya pada orang asing ini.

Ya. Dia suamiku. Ah, aku saja masih merasa aneh memanggilnya begitu. Karena dia pun tak pernah memanggilku dengan sapaan serupa. Canggung? memang. Kami masih sangat asing. Bahkan dalam masa perkenalan pun tak pernah ngobrol terlalu jauh. Aaaargghh.. Mendadak aku menyesalinya.

Seperti malam ini. Dia sibuk di depan laptopnya. Menekuni pekerjaannya sebagai seorang programmer. Entah apa yang dilakukan, aku tidak tahu. Aku sama sekali tidak andal di bidang yang satu ini. Mau dibilang gaptek terserahlah. Aku lebih suka baca buku atau menulis. Makhluk asing berkacamata itu tetap diam. Tidak mengajakku berbicara. Apalagi menanyakan tentang buku yang kubaca. Rambutnya rapi. Tapi terkadang berantakan juga, sih. Wajahnya sungguh serius. Ah, kapan dia itu tidak serius? Bangun pagi rautnya sudah serius. Makan pun cepat tak banyak mengomentari masakanku. Sesekali tersenyum hanya saat acara walimah. Dan.. datang melamar kerumah ayah juga begitu.

Dia tidak pernah bilang masakanku enak atau tidak. Kurang asin atau terlalu hambar. Aku juga tidak tahu dia suka cokelat sepertiku atau tidak. Aku cuma tahu dia sangat cinta dengan komputer dan dunianya. Seperti saat kuhidangkan moccachino untuknya, dia hanya mengangguk. Aku tidak tahu dia suka atau tidak. Sampai punyaku habis pun belum disentuhnya.

Kurasa dia juga tidak tahu aku sangat suka tulisan Tere Liye. Aku suka makan cokelat sejak kecil sampai sering bolak-balik ke dokter gigi. Aku tidak begitu suka musik. Aku mengoleksi bungkusan cokelat untuk didaur ulang. Aku terkadang suka mengamatinya saat sedang terlelap. Apalagi suaranya yang merdu mentartil surah Maryam. Dan aku.. ingin dipanggil dengan panggilan yang berbeda. Seperti Rasulullah yang memanggil Aisyah dengan Humaira.

Tiba-tiba dia meraih cangkir dan menyeruput. Jangan-jangan dia tahu apa yang kupikirkan soal moccachino tadi. Moccachino yang mungkin sudah dingin itu habis sekejap. Lalu mendadak menatapku dalam-dalam. Aku makin salah tingkah. Secepat kilat menenggelamkan pandangan ke dalam buku.

“Dinda, bacanya dari tadi masih halaman pertama?” Kulirik ia sedang tersenyum.. manis sekali.
Aku kaget. Pertama, karena dia ternyata menyadari aku yang memang tidak serius membaca. Kedua, dia memanggilku apa?? Dinda? Namaku Annisa.


24 Januari 2013
 menikmati hujan~

Wednesday, 23 January 2013

Fatih Seferagic, Inspiring Youth


"قال رسول الله ( صلي الله علي وسلم ) :" خيركم من تعلم القران وعلمه 

Pasti sering kan denger hadits di atas? Dan sebagian besar dari kita mungkin udah hafal.
Waktu kecil aku sama kakakku pernah nggak percaya kalo ada orang yang bisa hafal keseluruhan Al Quran. Hmm gara-garanya waktu itu guru tpa kita ngebenerin bacaan temen yang salah tanpa ngeliat Al Quran sama sekali. Tetep aja kita ngeyel kalo orang biasa -bukan Nabi- bisa hafal Al Quran.
Tapi kalo inget sekolah aku sekarang jadi lucu aja inget masa kecil dulu. Berarti aku sekarang lagi berusaha -insyaAllah- buat jadi orang mustahil tadi hehe


Terus apa hubungannya sama cowok ini? Jadi dia ini guru tpa ku yang kuceritain tadi :)
Nggak percaya? Hehe wajar!


Nah ini dia si hafidz muda dari belahan dunia lain. Kalo biasanya kita cuma denger kalo penghafal Al Quran di usia muda itu dari belahan bumi timur tengah, nah Brother Fatih -lengkapnya Fatih Seferagic- ini salah satu yang lain dari pada yang lain.



"My nationality is Bosnian, but I was born in Germany. I moved to the USA at the age of 4. I lived in Baltimore, MD for 7 years where I completed my Hifdh at the Islamic Society of Baltimore under Shaykh Qari Zahid & Qari Abid. I moved to Dallas for 10 months to study classical Arabic at Bayyinah's Dream program. I currently live in Houston, TX as a student and a Qur'an Teacher."


Di usia muda udah sering jadi imam tarwih di berbagai negara bagian Amerika dan Kanada. Pengajar Al Quran buat anak-anak. Daan....

He's so cuuuute ehehe. Kata orang-orang sih mirip banget sama Robert Pattinson. Tapi yaa kalo menurutku sih si Cullen nggak ada apa-apanya, apalagi kalo udah denger suaranya yang mirip Syaikh Misyari Rasyid Al Afasyi


Ini waktu Fatih lagi rekaman buat juz 30
oke bangeett
*sayang beda 2 tahun ya, dek* (T-T)

Hhhhh.. Sebenernya sih ngiri banget sama Fatih yang udah hafidz di usia muda. Fansnya di facebook juga udah banyak banget Semoga makin beken dan cakepnya Fatih bisa memotivasi kita buat nggak menyia-nyiakan waktu di usia muda yaahh :)

Wednesday, 16 May 2012

Exciting Nibiru!

Salam, kawan :)
Saya mau berbagi cerita nih. Cerita tentang cerita. Hmm lebih tepatnya sih review kali ya. tentang sebuah novel 'ajaib' Tasaro GK (dulu waktu nggak kenal nama Tasaro ane kira dia nggak jauh beda sama Kitaro) berjudul Nibiru dan Kesatria Atlantis.

Nggak tahu kenapa dari dulu ane udah ngincer ini buku sejak pertama launching. Tepatnya kira-kira waktu masih kelas 5 (baca kelas 2 MA). Tapi karena kesibukan dan konsentrasi yang terpaksa harus terbagi-bagi, jadilah novel ini terabaikan. Padahal waktu itu sudah di depan mata dan tinggal baca aja. And the story goes.. Ane udah di akhir kelas 6, dan tinggal menghitung hari buat check out dari boarding school. Dan asal kawan-kawan tahu, abis ujian nasional nan menjemukan kami para santri yang udah nggak sabar wisuda malah diseret buat ngikutin serangkaian pembekalan akhir buat santri yang udah mau lulus. Okay, just sit down and listen. Sampai tiba saat kami digiring buat menunjungi pabrik sekaligus showroom Tiga Serangkai yang masih satu kompeni sama Assalaam. Agak lama juga tralala-trilili di sana. Sampai akhirnya tiba saat yang nggak ane sangka-sangka. Anak-anak Assalaam pada diajak foto bareng sama Bu Aminah daaan dibolehin ngambil buku appaaaa aja! iya. GRATIS TIS! Ane yang abis dari toilet bareng Arifa sama Fatmi malah nggak tahu apa-apa. Tapi seketika kedua bola mata kami berbinar berbentuk ($) haha. Udah lah nggak usah ikutan foto, toh rombongan anak MA ternyata udah foto duluan pas kita di toilet. Asyik asyiiik radar di kepala langsung searching buku mana yang paling mahal. Emang dasar nggak mau rugi. Akhirnya setelah muter-muter showroom bentar radar ane langsung bunyi pertanda ada buku bagus dan mahal! Emang hebat nih radar gw, sambil ngebatin dan ngelirik novel Tasaro yang tebel banget di pojokan etalase. Tapi ternyata nggak semudah itu buat langsung nyabet tu novel. Ada orang yang -suudzan ane- emang sengaja biar novel mahal pada nggak diambil. Tenang aja, setelah mengatur siasat dengan Ari, kita memutuskan buat muter ke etalase bagian belakang dan sambil jinjit-jinjit Arifa berusaha buat menggapai impian kita bersama. Hap! akhirnya dapeett! ternyata banyak juga firqoh-firqoh orang nggak mau rugi kayak ane sama Arifa yang rebutan minta disabetin Nibiru juga. Dengan muka puas nggak karuan ane balik ke pondok sambil ngelus-ngelus novel idaman yang akhirnya I got it for free. Itulah asbabul wurudnya ane sekarang bisa baca Nibiru sampe selese.

Now, let's talk about the novel.


Dari awal hingga selese baca ceritanya, yang terbayang adalah Bang Tasaro yang ternyata imajinasinya masya Alloh kereen bangeeett. Dan tentu aja semua rangkaian Nibiru bukan cuma mengandalkan khayalan semata. Secara cermat, Tasaro memang meramu cerita Nibiru ini dengan segala data, teori, dan hasil penelitian yang mengarah bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang! Kayak novelnya sebelumnya Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan, bumbu sejarah dan fantasi ikut kembali menganyam cerita dalam novel ini. Di novel Nibiru ini, Tasaro berhasil mengajak pembacanya menjejak Indonesia zaman prasejarah, yaa sekitar 13 ribu tahun Sebelum Masehi.

"Settingnya Indonesia purba. Saya sangat meyakini teori bahwa Indonesia adalah asal muasal peradaban pada masa prasejarah. Menurut buku Eden of East, bahkan DNA nenek moyang Indonesia tersebar di seluruh dunia. Profesor Ariyoso Santos bahkan meyakini Indonesia purba adalah Atlantis," tuturnya.

 Sira, Sothap, Dhaca, Muwu, Nyithal

For me, Nibiru nggak kalah kalo dibandingin sama cerita Avatar, Harry Potter dan cerita fantasi sejenis. Alurnya sempat bikin pembaca terkecoh soal ending dan misteri-misteri pemanisnya. Belum lagi sadar atau enggak, banyak nilai-nilai Islam yang disisipkan sama penulisnya. Meskipun yang lebih mewarnai kisah Dhaca Suli cs adalah suasana magis kekuatan pughaba orang-orang Kedhalu yang menjadi pusat cerita. Dan, ada salah satu kata-kata Dhaca yang cukup touching.

"Bagiku tidak ada kata menyerah. Bahkan hingga seluruh kata telah diangkat dari bumi" 

Merinding deh pas bacanya.
That's all. Selamat membaca dan selamat mengkhayal!

Oya two thumbs up for Tasaro GK! Keep Inspiring :D

Saturday, 22 October 2011

a letter to him

Biar pun judulnya agak 'horor' tapi ga pa-pa deh.hehe..
Ini nih, paket khusus dari redaksi DBA News edisi 15 buat salah satu koresponden (kayak apaan aja).
Nah, biarpun sudah agak lama (lupa) nggak terkirim, akhirnya selesai juga nih bungkus paketnya!




 muchas gracias!
jazakumullah khairan

Friday, 16 September 2011

iklan unik nih!

Ini dia iklan-iklan kreatif di dunia yang bisa membuat kita geleng-geleng kepala dan terkagum-kagum akan keorisinalan ide yang tercipta. Semua bentuk iklan ini merupakan iklan non konvensional dengan menggunakan berbagai media outdoor.

1. Iklan Seafood
Seafood
Sebuah iklan untuk mempromosikan erstoran Spar. Promo dilakukan dengan meletakkan kerang-kerang berukuran besar yang diletakkan di Mumbai , India . Saat dibuka kerang tersebut akan keluar teks bertuliskan “Looking for seafood? Spar Seafood festival!”

2. Iklan The Economist
the economist
Iklan The Economist yang memenangkan penghargaan the London International Advertising Awrads atas ide kreatifnya. Dibuat oleh Abbott mead Vickers BBDO. Billboard ini memperlihatkan sinar lampu yang menyala setiap kali seseorang berjalan di bawahnya dengan meletakkan sensor listrik yang bisa mendeteksi setiap gerakan yang ada di bawah billboard tersebut.

3. Iklan Asuransi
Asuransi
Nationwide Insurance menggunakan gedung yang berada di samping lapangan parker yang cukup mencolok pemandangan.

4. Iklan HSBC
HSBC
Inilah ide cerdas dari iklan HSBC yang dibuat oleh Ogilvy & Mather Mumbai di India. Tujuan dari iklan ini adalah untuk meningkatkan awareness dari bahaya global warming yang mampu menenggelamkan kota . Untuk menciptakan suasana itu, Ogilvy menempelkan aerial photo suasana kota di dasar kolam renang.

5. Iklan FedEx
Fed Ex
Iklan produk FedEx ini ditujukan untuk mempromosikan stabile. Untuk lebih menarik perhatian, maka sebuah stabile besar diletakkan di pinggiran trotoar jalan-jalan ramai di Amerika Serikat.

6. Iklan Pepsi dan Nescafe
Pepsi dan Nescafe
Ini merupakan media promo outdoor dari Nescafe yang diletakkan di salah satu gedung di ibukota Venezuela , Caracas . Promo ini dilakukan dengan menggunakan balon helium yang mungkin saja menjadi balon helium terbesar di dunia.

7. Iklan Nike
nike
Iklan Nike ini bertujuan memperlihatkan seberapa kencang dan dahsyat kekuatan bola keluaran terbaru dari perusahaan produk olahraga ini dengan meletakkan sebuah bola raksasa yang mencolok mata.

8. Iklan Mcd
McD
Iklan McD ini diletakkan di tempat pemberhentian bus dengan menggunakan wallpaper yang menyerupai dengan konsep bagian cashier McD

9. Iklan Fitness
fitness
Sebuah pusat kebugaran mempromosikan perusahaannya dengan membuat tas belanja yang bergambar barbel sehingga terlihat seakan-akan orang yang membawa tas belanja tersebut mengangkat barbel. Tas ini diberikan kepada setiap pengunjung yang membeli produk aksesoris fitness ataupun nutrisi di Fitness Center .

10. Iklan Rumah Duka
Rumah Duka
Ini merupakan salah satu iklan unik yang pernah dibuat. Sebuah rumah duka membuat iklan dengan meletakkan billboard di dinding di samping rel subway yang membuat semua orang mau tidak mau memperhatikan iklan ini sembari menunggu kereta yang datang. Kata-katanya yang ditulis cukup besar juga memancing rasa penasaran pengguna subway untuk menebak iklan apakah gerangan.

Sunday, 21 August 2011

TPA Ceria!

Ini dia nih kegiatan yang ditunggu-tunggu sama anak-anak kelas 6 kalo lagi Ramadhan
Ngajar TPA ! Ya sesuai namanya kita emang dikasih tugas buat ngajar ngaji anak-anak ustadzah. Dari yang masih keciil sampe yang udah kelas 6 sd. Tapi yang jelas semuanya ceria dan pinter-pinter sekalii.
Kadang ada yang suka nanya aneh-aneh ampe bingung mau jawabnya gimana. Hehe.. ketahuan deh pinteran anaknya. Malahan banyak juga yang hafalannya udah jauuh. Kayak anak-anak SDIT yang udah pada hafal juz 30, 29 atau malah 28. Nah salah satu contoh santri tpa yang udah jago hafalannya kayak Ifada, Aisyah, Fathimah dan banyak lagi yang lain.
 
nih Ifada lagi disimakin sama Irma
 Hidan Si Cakep idaman mbak-mbaknya 
tuh Winda aja maksa ngajak foto
Soal si Hidan emang udah bukan gossip baru kalo banyak yang naksir doi (kayak apaan aja deh). Malah si Icha udah booking dia buat jadi mantu! Hihihi ada-ada aja. Apalagi Hidan punya adik cewek yang imuut banget namanya Aida. Klop dah. Ummi sama Icha udah sepakat bakalan jadiin mereka model fleurs* buat kids edition. Oke kan?
*senyuum (ada Huda lho)
hari terakhir tetep semangat!
Akhirnya tugas ngajar tpa-nya selesai! Sehari sebelum upacara 17an, bertepatan sama Bubernya anak KTQ. Biarpun udah dapet giliran ngajar tiga kali, tetep aja deh kangen banget. Semoga ilmu dari mbak-mbak kelas 6 nya bermanfaat ya adik-adik... iya mbaaaaaak..